Sawarna Trip 12-13 September 2015 part.1

Tanggal 12 - 13 September lalu saya dan teman - teman mengunjungi salah satu pantai cantik di daerah Bayah, Banten yang bernama Pantai Sawarna. Semua anak Jakarta, Tangerang atau Jawa Barat pasti banyak yang familiar dengan nama pantai ini. Pantai Sawarna sendiri terletak di kabupaten Bayah, provinsi Banten bersama dua pantai lain yang sama terkenalnya dengan Pantai Sawarna. Dua pantai lain tersebut adalah Tanjung Layar dan Lagoon Pari. Ini adalah kali kedua saya dan teman kuliah saya (yang alhamdulillah sudah banyak yang sukses meniti karir, dan ada pula yang newlywed alias baru menikah sebulan yang lalu hohoho), jalan - jalan sekelas. Terus ya, newlywed yang saya sebutkan tadi, mereka itu class couple yang pacaran sejak semester 2. Iyaa, mereka sekelass satu jurusan semasa kuliah bareng saya hahahah unyu deh.

Anywayy, jadi nih ini adalah jalan - jalan kedua setelah class outing ke Puncak pada tahun 2012 lalu. Jauh yaa jaraknya, hampir 3 tahun ga ada jalan - jalan. Makanyaa, trip kali ini membuat kami semua semangat! Meskipun pada awal perencanaan ada 2 pilihan lokasi wisata yang bikin galau, lalu kurang responsifnya beberapa peserta grup whasaap yang menyebabkan baper yang berlebihan :p , hingga beberapa teman kami yang batal ikut karena satu dan lain hal. Well, alhamdulillah beberapa masih fixed ikut dan jadi dehh jalan - jalan IR09 II.






Kami berdua belas, menggunakan dua mobil, berangkat dari meeting point di Ciputat menuju Bogor pada Sabtu pukul 7.30 pagi. Ngaret satu setengah jam dari rencana awal yang mau berangkat jam 6 pagi. Bahkan sebelumnya pada sotoy mau berangkat saat matahari belum terbit dan ayam - ayam belum pada bangun hahahhah gak mungkin lah ya hahahah *ehem. Kami mengikuti rute yang ada di Google Maps. Saat itu jalanan Ciputat sampai JORR masih belum padat dan pada pukul 8 pagi kami sudah sampai di gerbang keluar tol Bogor menuju Sukabumi. Nah.. masuk ke belokan menuju Sukabumi, jalanan sudah macaay sekali. Ternyata selain memang weekend, juga ada proyek pelebaran jalan yang mempersempit jalur lalu lintas di kedua arah. Ada kali kami 2 jam masih di daerah sekitaran Bogor. Pas sampai di Cibadak, jam sudah menunjukkan pukul 12 siang, sudah zuhur.

Selama perjalanan, kami terhambat macet di pasar sebanyak 4 kali mungkin. Lupa deh, di daerah mana aja tapi saya ingat di daerah mana gitu ya, kita kena macet lamaaaa sekali sampe bisa beli rujak di pinggir jalan. Rujaknya enak deh. Di dalam campuran rujaknya ada tambahan buah buni yang kecil - kecil tapi asem - asem seger, dan buah satunya lagi yang saya lupa namanya. Nanti saya tanya temen saya dulu ya, hehe. Anywaay, saya baru pertama kali mencoba dua buah unyu tersebut. Mana saya kan besar di Pekanbaru ya, jadi buah - buahan tersebut tidak pernah saya jumpai di Pekanbaru.
*nama buah yang satu lagi, Gohok pemirsah hehe*

Selama perjalanan ini, yang paling saya suka adalah saat kami melewati daerah Sukabumi. Macetnya sudah tidak ada, lancar jaya dan ada banyak pepohonan rindang yang menambah indah pemandangan sepanjang perjalanan. Paling, yang bikin bete adalah saat mobil kami berada di belakang bus biru MGI yang jalannya lelet dan asap knalpotnya pekat sekali. Sudah begitu, jalanannya kan berkelok - kelok ya, jadi mau menyalip juga susah. Tapi perjalanan kali ini seru deh, banyak becanda, dan cerita masa kuliah dulu yang membawa berjuta kenangan. Haha, lebaayy...

Sesampainya di daerah Pelabuhan Ratu, kami sudah lapaar sekali. Tadinya mau mampir makan dulu di Pelabuhan Ratu, tapi semua itu kami tahan karena kami mau segera sampai di Sawarna. Belum lagi saat itu sudah jam setengah 3 sore. Takut keburu gelap di jalan mengingat kondisi jalan Banten yang lumayan parah. Padahal seru sekali lho pemandangan di Pelabuhan Ratu hehe. Sepanjang perjalanan kami bisa melihat garis pantai yang cantikk sekali dan bukit yang hijau sekaligus. Kalau mau lihat pemandangan pantai tinggal menoleh ke kiri, kalau mau lihat pemandangan bukit kami tinggal menoleh ke kanan.

Masuk ke daerah Banten, kira kira jarak tempuhnya sejam dari Pelabuhan Ratu, perbedaan kondisi jalan langsung terasa. Kondisi jalanan di Banten masih sedikit yang beraspal. Bahkan sepertinya baru diaspal sedikit hehehe. Soalnya saat kami meninggalkan perbatasan Sukabumi, dan masuk ke Banten, jalanan baru diaspal sekitar 200 meter. Setelah itu hampir semua jalan sampai ke Sawarna masih tanah pasir dan bergelombang. Jadi, bagi yang membawa kendaraan bermotor ada baiknya waspada dan merencanakan waktu perjalanan agak tidak kemalaman di tengah jalan yang masih banyak hutan di kanan kiri. Rumah penduduk ada sih, tapi masih jarang.. tidak seramai saat masih di Pelabuhan Ratu.

Kondisi tersebut menjadi diskusi tersendiri bagi kami yang lulusan pisip. Kami berdiskusi mulai dari masalah kurangnya pemerataan pembangunan di daerah terpencil, masalah korupsi, otonomi daerah, sampai berimajinasi apa yang akan kami lakukan jika salah satu dari kami menjadi pejabat tinggi atau menjadi Menteri di Indonesia haha.

Pukul 4 sore, kami sampai di Sawarna. Disitu ada lokasi parkir mobil yang telah disediakan oleh pengelola wisata Pantai Sawarna. Di sebelah lokasi parkir ada Indomaret. Dan itu adalah satu-satunya Indomaret yang kami temukan sepanjang perjalanan dari perbatasan Pelabuhan Ratu menuju Sawarna. Kalau misalnya mau menarik uang cash, lebih baik pas masih di Pelabuhan Ratu. Karena kata mbak kasir Indomaretnya, di Sawarna ATMnya jauh. Bisa satu jam perjalanan lagi. Di Indomaret bisa tarik tunai, cuma itu tergantung keadaan jumlah cash  di kasirnya. Kalau lagi sedikit mereka tidak bisa melayani permintaan tarik tunai. Setelah urusan parkir selesai, kami semua bersiap menuju Sawarna.

Namun, ada suprisenya disini. Sebelum ke homestay, kami harus melewati jembatan kayu tali yang menghubungkan lokasi parkir dengan meeting point tempat dimana kita harus membayar retribusi wisata. Mana jembatannya kecil ya, cuma muat untuk orang atau satu motor saja. Sudah begitu, jembatannya goyang-goyang lagi. Saya lewat bareng temen saya yang penakut lagi :p . Sudahlah ribet bawa tas gede-gede, saya masih harus memegangi temen saya itu dan menenangkan dese agar tidak teriak-teriak selama berjalan di atas jembatan.


**To be continued dulu yaa postingannya, ini udah jam 2 pagi dan nanti jam setengah 7 pagi saya harus siap-siap untuk shalat Eid heheh. See you!

part 2


posted from Bloggeroid

Comments