Sawarna Trip 12-13 September 2015 part.2

Setelah selesai melewati jembatan gantung, kami sampai di meeting point dimana nantinya harus membayar retribusi ke pos penjaga sebesar Rp. 5000/orang. Disitu juga kami bertemu dengan Kang Hendi, pemilik homestay yang kami sewa, dan beliau mengantar kami menuju homestay melewati rumah penduduk yang sebagian besar dibangun sedemikian rupa untuk menjadi homestay. Homestay yang kami sewa sendiri lumayan besar. Ada 4 kamar tidur dengan pintu, dan 2 ruangan dengan springbed besar yang bisa dipakai untuk tidur juga. Ruang tengah dilengkapi dengan TV, Kipas angin dan DVD player. Setiap kamar memiliki kipas angin, dan colokan 3T terpasang di dinding. Juga ada ruang makan yang satu ruangan dengan ruang tengah, lengkap dengan kulkas, rice cooker, meja makan dan dispenser. Dapur dan kamar mandi ada dua. Dapur yang ada didalam rumuah cukup luas dan peralatan masak memasaknya lengkap, sedangkan dapur satunya lagi yang berada di samping rumah, ukurannya lebih kecil. Kamar mandi belakang dilengkapi dengan mesin cuci yang bebas digunakan oleh tamu.

Setelah tour ruangan selesai, Kang Hendi lantas berpamitan pulang. Kami semua pun mulai membuka makanan yang kami santap di saung depan homestay. Berdua belas kami semua mengitari lembaran kertas nasi yang sudah diatur sedemikian rupa agar setiap orang mendapat porsi sesuai dengan perut masing-masing hahahah. Semua mata langsung mengawasi Joy Sipa mengeluarkan tupperware besar dengan berbagai ukuran yang masing2 berisi rendang, cumi asin balado, dan beef teriyaki dari dalam kantong ajaib. Hahaha, maksudnya kantong plastik. Kalau dilihat dari raut muka lelaki2 lapar pada saat itu, mungkin mereka pada takjub dan bertanya-tanya, dari mana semua makanan ini datang. Beberapa langsung main comot sana sini tanpa cuci tangan hahahah, kesian banget udah pada kelaparan jadi ganas2.

Sawarna Trip 2015
Look at James's face! Hahahahahh

Selesai makan, kami semua bersiap-siap menuju Pantai Sawarna untuk mencari sunset. Menyusuri jalanan kecil yang muat untuk pejalan kaki atau satu motor saja. Sesekali kami harus melipir agar motor bisa lewat. Saat itu, banyak banget komunitas pecinta motor yang menginap di Sawarna. Ada komunitas vespa, ninja, dan.. bebek campur matic hehe. Yang paling seru melihat komunitas vespa sih ya, vespanya unik2. Saya jadi membayangkan perjuangan mereka menuju tempat ini, pasti PR banget. Jalanannya kan bergelombang, banyak pasir, belum lagi kena debu sama panas. Kalau misalnya mereka kemaleman di tengah hutan kan konyol ya. Serem abis hahah.

Kira-kita 10 menit kemudian, kami sampai di Pantai Sawarna. Wahhh, ombaknya besaar dan ganaass! Langit juga sedang mendung saat itu jadi kami gagal mendapat foto sunset. Kami berdua belas ber-oohh dan aahh melihat pemandangan samudra di depan kami. Beberapa dari kami langsung mengejar ombak seperti anak kecil yang kegirangan. Beberapa langsung membuka kamera dan set up tongsis untuk dipakai berfoto-foto. Saya sendiri kesusahan memegangi long dress yang saya pakai agar tidak terinjak saat saya berusaha berlari-lari centil ke bibir pantai hahahahh. Ini moment yang saya suka, menyapa pantai. "Assalamualaikum, pantai..." bisik saya dalam hati seperti Raline Syah menyapa Semeru. Seperti Aisyah menyapa Mesir, dan seperti Revalina S. Temat menyapa Beijing. Heaaaa... langsung ditoyor orang sekampung.


Sawarna Trip 2015
Genggessss. Banyak banget yang pose sok imut!


Puas menyapa pantai dan berfoto-foto. Kami menghabiskan waktu sampai hari gelap dengan duduk-duduk di pasir yang hangat. Sayang sekali sih, ada banyak sampah yang bertebaran di pantai ini. Mulai dari sampah plastik cilok, bungkus makanan kemasan, sampai pematik api yang tak sengaja saya temukan saat mencari spot yang bagus untuk duduk menikmati pantai. Why you people are so selfish... Nanti kalian kalo jalan-jalan nih ya, mau ke pantai, gunung sungai maupun hutan, dimana pun kalian berada jangan sampai buang sampah sembarangan. Sampah itu harus dibuang di tempat sampah yang disediakan. Kalau ga ada tempat sampah ya bawa baik lagi sampahnya sampe pulang.

Setelah hari berganti menjadi malam, kami balik ke homestay untuk mandi dan sholat. Saya dan Syipa membeli satu set kartu poker di sebuah warung sebagai pengganti UNO yang ga sempat saya beli sebelum ke Sawarna. Sesampainya di homestay, ternyata di meja makan sudah ada nasi sebakul, 5 ikan bakar lezat yang besar-besar, lengkap dengan sambel lengkuas dan lalapan timun dan tempe tahu, lalu ada serantang besar sayur sop yang masih panas juga. Whiiyy, enak banget ikan bakarnya fresh ga ada amis-amisnya sama sekali. Sambel lengkuasny segeeeerrrr, sopnya enaak kaya soppp hahahaha. Karena dua jam sebelumnya kami sudah kenyang makan rendang dan cumi balado, jadi kami semua makan malamnya masih nanti-nanti. Setelah bersih-bersih badan dan sholat, yang cowo2 langsung sibuk main poker. Yang cewe2 sibuk mandi dan saya, sibuk nyuci long dress saya yang kena air laut bercampur pasir hehe.

 

Candu amat bang, main pokernya... hahahahah

Ada adek-adek labil yang telat sampe gak berangkat sekolah gara-gara candu poker. Ada yang harusnya disuruh pak RW ngeronda malah gak ngeronda... ada lagi ninja nyasar bawa sapu..


Sampai disini dulu ya postnya, besok nyambung lagi ke post part 3, part terakhir.



posted from Bloggeroid

Comments