Pengalaman Ujian TOEFL ITP di LTI Pekanbaru dan Tips Ujian TOEFL ITP.
Apa kabar, apa kabar haha. Kali ini saya mau sharing pengalaman tes TOEFL ITP atau paper based test, dengan salah satu lembaga bahasa asing yang ada di Pekanbaru, yaitu LTI atau Language Training Institution. LTI sendiri adalah salah satu lembaga resmi penyelenggara TOEFL dengan status An Authorized Test Center dari lembaga resmi TOEFL yang ada Washington DC sana. Jadi sudah resmi seresmi-resminya tanpa perlu diragukan lagi, yaa.. Okeh.
LTI Pekanbaru sendiri memiliki kantor utama yang terletak di jalan Ahmad Yani, dan satu kantor cabang yang terletak di Panam di jalan Rajawali ujung, dekat pertigaan jalan ke Delima, persis di sebelah Alfamart. Nah, karena saya tidak tahu kalau LTI memiliki cabang di jalan Rajawali, saya daftar tes TOEFL ITP nya di jalan Ahmad Yani haha. Padahal akan jauh lebih dekat jika saya mendaftar tes di LTI jalan Rajawali. Tapi gak apa-apa, sekalian ngapain ya saya waktu itu. Oh, sekalian urus SKCK di Polda hehe. Karena tujuan saya tes TOEFL kali ini masih dalam tema 'mencari kerja'. Selain itu, saya juga mau mengukur kemampuan bahasa inggris saya yang pas-pasan ini.
LTI Pekanbaru sendiri memiliki kantor utama yang terletak di jalan Ahmad Yani, dan satu kantor cabang yang terletak di Panam di jalan Rajawali ujung, dekat pertigaan jalan ke Delima, persis di sebelah Alfamart. Nah, karena saya tidak tahu kalau LTI memiliki cabang di jalan Rajawali, saya daftar tes TOEFL ITP nya di jalan Ahmad Yani haha. Padahal akan jauh lebih dekat jika saya mendaftar tes di LTI jalan Rajawali. Tapi gak apa-apa, sekalian ngapain ya saya waktu itu. Oh, sekalian urus SKCK di Polda hehe. Karena tujuan saya tes TOEFL kali ini masih dalam tema 'mencari kerja'. Selain itu, saya juga mau mengukur kemampuan bahasa inggris saya yang pas-pasan ini.
Ini merupakan kali kedua saya mengambi tes TOEFL ITP. Tahun 2012, saya pernah tes TOEFL di Lembaga Bahasa UI Depok. Dulu itu biayanya sekitar 295ribuan kalau gak salah. Namun seiring dengan waktu, sekarang di LB UI Depok biaya tesnya sudah naik menjadi Rp. 475rb. Saya merasa biaya tes TOEFL ini tidak akan begitu jauh berbeda di Pekanbaru.
Awalnya saya tanya-tanya dulu lewat whassap LTI yang disediakan di websitenya. Eh, langsung ditelpon balik sama mbak-mbak LTI-nya. Baik deh. Kesannya professional gitu. Saya menanyakan bagaimana teknis registrasi tes dan berapa biaya tesnya. Dijawab sama mbaknya biayanya Rp. 530.000, dan caranya begini begini. Oh oke. Lumayan beda 55rb.
Sebelumnya saya sudah mencari tahu jadwal tes TOEFL ITP untuk tahun ini melalui website LTI, dan ternyata dimana-mana tes TOEFL itu tanggalnya sama. Proses registrasinya juga mudah. Selain datang langsung ke kantor, kita juga bisa registrasi melalui telepon, dan melakukan pembayaran melalui transfer rekening. Setelah menimbang-nimbang dan karena saya juga mau mengurus SKCK, saya putuskan untuk datang langsung ke kantor biar sekali jalan gitu.
Awalnya saya tanya-tanya dulu lewat whassap LTI yang disediakan di websitenya. Eh, langsung ditelpon balik sama mbak-mbak LTI-nya. Baik deh. Kesannya professional gitu. Saya menanyakan bagaimana teknis registrasi tes dan berapa biaya tesnya. Dijawab sama mbaknya biayanya Rp. 530.000, dan caranya begini begini. Oh oke. Lumayan beda 55rb.
Sebelumnya saya sudah mencari tahu jadwal tes TOEFL ITP untuk tahun ini melalui website LTI, dan ternyata dimana-mana tes TOEFL itu tanggalnya sama. Proses registrasinya juga mudah. Selain datang langsung ke kantor, kita juga bisa registrasi melalui telepon, dan melakukan pembayaran melalui transfer rekening. Setelah menimbang-nimbang dan karena saya juga mau mengurus SKCK, saya putuskan untuk datang langsung ke kantor biar sekali jalan gitu.
Saya mendaftar tes TOEFL pada 6 Juli 2017 untuk tes tanggal 22 di bulan yang sama. Awalnya saya mau sotoy minta ujian yang tanggal 8 karena saya mau daftar ODP Bank Mandiri, biar resultnya keluar sebelum pendaftaran ODP dibuka. Tapi saya pikir, kok buru-buru banget yes. Nanti belajarnya kapan? Emang situ pikir tes TOEFL gampang? Lumayan mahal juga lho biayanya.. Akhirnya saya pilih untuk tes di tanggal 22 Juli. Tepat tiga hari sebelum hari ulang tahun saya. Yayy.
Persiapan registrasinya, cukup bawa identitas pribadi seperti KTP dan uang sebesar Rp. 530.000,-. sebagai biaya TOEFL ITP. Biaya TOEFL ini juga bisa dicicil sebanyak 2 kali pembayaran. Nanti, pembayaran ini harus sudah lunas H-10 sebelum hari tes. Tapi sepertinya bisa dinegosiasikan sih ya, karena pada saat saya nanya-nanya ujian di tanggal 8, dan saat itu tanggal 4, pihak LTI masih bisa menerima karena masih ada kuotanya. Dengan syarat, saya membayar lunas hari itu juga. Tapi jadinya saya pikir-pikir lagi, takut belajarnya gak maksimal.
Saat registrasi, saya diberi tahu bahwa untuk lokasi tes TOEFL bukan di kantor LTI. Lokasi tes biasanya akan diselenggarakan di meeting room hotel, yang nantinya akan dikabari tiga hari sebelum hari H. Dari situ saya menduga selisih biaya 55rb tadi adalah biaya patungan peserta untuk menyewa ruangan rapat di hotel selama tes berlangsung. Oh.. kece juga LTI. Okedeh setuju.
H-14 Test
Belajarrr, belajaarrr.
Seperti yang kalian ketahui, TOEFL ITP ini tesnya terbagi atas tiga bagian, yaitu;
Section 1 - Listening.
Section 2 - Written Expression.
Section 3 - Reading Comprehension.
Sejak mengenal bahasa inggris, haha gaya banget mengenal. Sejak saya belajar bahasa inggris, dari dulu saya selalu kesulitan dengan yang namanya, grammar dan structure. Selalu. Saya sering gak paham apa itu gerund, past perfect future, dan lain-lain, tapi saya ngerti kalau diajak ngomong. Saya paham dan kosakata bahasa inggris saya cukup luas.Jadi saat saya masih sekolah dulu, kalau ada ulangan atau ujian bahasa inggris tentang soal cerita dll, alhamdulillah saya sering dapet nilai bagus. Tapi, giliran ulangan yang fokus ke grammar dan structure, saya nyerah. Saya dapet nilai rendah. Guru bahasa inggris saya waktu itu sampai heran. Saya juga heran sama diri saya hehe. Kalau listening masih oke, tergantung perangkat audionya dan tingkat konsentrasi saya sendiri. Nah, kalau reading saya paling suka. Sukaa sekali. Saya boleh lah pede sedikit dengan yang ini.
Jadi, untuk belajar kali ini, saya lebih fokus kepada kelemahan saya paling utama; grammar dan written structure. Saya banyak berlatih dengan buku TOEFL, mengerjakan soal-soal grammar yang saya simpan dari dosen bahasa inggris saya saat kuliah dulu. Lalu mengunduh aplikasi kuis-kuis latihan TOEFL yang ada di Google Playstore. Untuk bagian Listening, setiap hari saya biasakan mendengar podcast bahasa inggris yang bisa dengan mudah diunduh di Google Playstore. Saya juga membiasakan diri membaca artikel di aplikasi Flipboard yang fokus ke tema-tema akademis. Selain itu saya juga sering coba-coba tes TOEFL online yang banyak ditemukan di internet agar terbiasa menjawab soal dengan waktu yang telah ditentukan.
H-3 Test
Seperti yang sudah dijanjikan, LTI mengabari lokasi tes TOEFL yang berada di Golden Tulip Hotel jalan Sudirman. Detail sms-nya juga berisi informasi mengenai waktu ujian; yaitu jam 07.30 pagi dan apa saja yang perlu dibawa pada saat ujian. Yaitu; identitas pribadi seperti KTP, bukti pembayaran berupa kuwitansi atau bukti transfer rekening bagi peserta yang melakukan pembayaran melalui transfer. Lalu peralatan tulis yang harus dibawa seperti; pensil 2B, serutan, penghapus, dan papan ujian.
H-1, 21 Juli 2017
Deg-degan gak karuan. Saya galau. Saya panik. Saya merasa persiapan saya masih belum memadai. Saya panik, gengs. Tapi yaudahlah, saya harus siap untuk tes besok.
Hari Tes, 22 Juli 2017
Bangun solat Subuh saya sempetin untuk review catatan dan ceki-ceki alat tulis dan bukti pembayaran untuk dibawa nanti. Okeh, semua sudah lengkap. Setelah sarapan, saya berangkat ke Golden Tulip dengan diantar adik saya Intan. Sampai di Golden Tulip tepat jam 7.15 pagi. Saya diberitahu oleh petugas hotel bahwa ruang tes ada di lantai M di ruangan apa gitu namanya saya lupa. Di ruangan tersebut sudah ada beberapa peserta. Saya waktu itu asal saja mengambil tempat duduk paling depan. Saya pikir, asik.. duduk depan. Ciee. Gak tahunya, sekitar jam 7.30 lewat, kami semua diminta keluar ruangan untuk pengecekan registrasi dan mengundi nomor tempat duduk. Yah..
Registrasi ulang hanya menunjukkan KTP dan bukti pembayaran, lalu mengisi daftar hadir serta diberikan handbook test-takers TOEFL ITP oleh panitia LTI. Oh iya, saat saya registrasi tanggal 6 kemarin, seharusnya saya diberikan handbook tersebut, namun karena stoknya habis maka saya tidak kebagian hehe. Nah, buku handbook koneng ini, penting dibawa masuk ke ruangan ujian karena kamu akan mengisi formulir yang ada halaman belakang buku. Tapi mengisinya bukan di rumah ya, tapi pada sebelum ujian dimulai dengan intruksi dari panitia.
Saat registrasi ulang, kamu diberikan kertas kecil berisi student number atau nomor peserta tes dan undian tempat duduk. Nah, disni saya dapet nomor tempat duduk paaling belakang. Jumlah peserta tes saat itu ada 29. Saya kebagian undian no.29. Yasyudah.. Lalu, kemalangan pun terjadi. Saat saya balik lagi ke ruangan, saya kesandung karpet di depan pintu masuk dan, apa bahasanya, tergelopek gitu, terus, tali sandal wedges saya putus!! Lahhh, ada-ada aja. Aduh... kenapa ini kenapa harus sekarang.. Saya pura-pura stay cool dan keluar balik ke meja registrasi dimana adik saya, duduk bersama panitia. Dan kode-kodein adik saya agar mendekat.
"Tan... wedges kak Ani putus.."
"Hah, kok bisa?"
"Gak tau, tadi kesandung, terus putus.."
"Yaudah sini-sini pake sepatu Intan, "
Hero of the day, pemirsaa!
--
Akhirnya saya pakai flatshoes adik saya yang sebenarnya agak kebesaran dikaki saya. Saya balik ke ruangan sambil mengutuk sandal wedges saya yang rese itu. Kenapa putusnya harus sekaraaanng, nanti aja kek setelah ujian selesai.. Urghhh. Dua kali saya pernah mengalami sepatu putus di awal acara penting. Pertama, saat saya menjadi WO (wedding organizer) di Bogor. Saya kesandung dan sepatu heels saya putus saat saya baruu aja sampai di venue. Dan itu jam 5 pagi karena proses akadnya pagi. Bayangin riwehnya nyari paku payung sama maku heels pake jarum pentul.
Setelah semua peserta masuk ke ruangan, dan saya duduk di paling belakang, panitia melakukan serangkaian pengecekan teknis. Mulai dari cek temperatur AC, apakah suhunya sudah pas bagi kebanyakan peserta. Cek sound system; ternyata untuk seksi Listening tidak pakai headphone, tapi pakai speaker. Disni agak tricky, karena akustik ruangan meeting bisa mempengaruhi kualitas suara dari audio soal. Setelah cek sana, cek sini,. Disepakati volume suara yang dirasa pas untuk semua peserta.
Selesai ceki-ceki teknis, lanjut ke peraturan ujian. Selain alat tulis, identitas, student number, serta buku handbook koneng tadi, harap disimpan ke dalam tas dan tidak boleh berada diatas meja. Panitia lalu mulai memberikan instruksi tentang pengisian form test takers. Setelah semua selesai; formulir dikumpulkan ke panitia, handbook disimpan, lalu soal dibagikan, ujian pun dimulai tepat jam 9.00 pagi.
Persiapan registrasinya, cukup bawa identitas pribadi seperti KTP dan uang sebesar Rp. 530.000,-. sebagai biaya TOEFL ITP. Biaya TOEFL ini juga bisa dicicil sebanyak 2 kali pembayaran. Nanti, pembayaran ini harus sudah lunas H-10 sebelum hari tes. Tapi sepertinya bisa dinegosiasikan sih ya, karena pada saat saya nanya-nanya ujian di tanggal 8, dan saat itu tanggal 4, pihak LTI masih bisa menerima karena masih ada kuotanya. Dengan syarat, saya membayar lunas hari itu juga. Tapi jadinya saya pikir-pikir lagi, takut belajarnya gak maksimal.
Saat registrasi, saya diberi tahu bahwa untuk lokasi tes TOEFL bukan di kantor LTI. Lokasi tes biasanya akan diselenggarakan di meeting room hotel, yang nantinya akan dikabari tiga hari sebelum hari H. Dari situ saya menduga selisih biaya 55rb tadi adalah biaya patungan peserta untuk menyewa ruangan rapat di hotel selama tes berlangsung. Oh.. kece juga LTI. Okedeh setuju.
H-14 Test
Belajarrr, belajaarrr.
Seperti yang kalian ketahui, TOEFL ITP ini tesnya terbagi atas tiga bagian, yaitu;
Section 1 - Listening.
Section 2 - Written Expression.
Section 3 - Reading Comprehension.
Sejak mengenal bahasa inggris, haha gaya banget mengenal. Sejak saya belajar bahasa inggris, dari dulu saya selalu kesulitan dengan yang namanya, grammar dan structure. Selalu. Saya sering gak paham apa itu gerund, past perfect future, dan lain-lain, tapi saya ngerti kalau diajak ngomong. Saya paham dan kosakata bahasa inggris saya cukup luas.Jadi saat saya masih sekolah dulu, kalau ada ulangan atau ujian bahasa inggris tentang soal cerita dll, alhamdulillah saya sering dapet nilai bagus. Tapi, giliran ulangan yang fokus ke grammar dan structure, saya nyerah. Saya dapet nilai rendah. Guru bahasa inggris saya waktu itu sampai heran. Saya juga heran sama diri saya hehe. Kalau listening masih oke, tergantung perangkat audionya dan tingkat konsentrasi saya sendiri. Nah, kalau reading saya paling suka. Sukaa sekali. Saya boleh lah pede sedikit dengan yang ini.
Jadi, untuk belajar kali ini, saya lebih fokus kepada kelemahan saya paling utama; grammar dan written structure. Saya banyak berlatih dengan buku TOEFL, mengerjakan soal-soal grammar yang saya simpan dari dosen bahasa inggris saya saat kuliah dulu. Lalu mengunduh aplikasi kuis-kuis latihan TOEFL yang ada di Google Playstore. Untuk bagian Listening, setiap hari saya biasakan mendengar podcast bahasa inggris yang bisa dengan mudah diunduh di Google Playstore. Saya juga membiasakan diri membaca artikel di aplikasi Flipboard yang fokus ke tema-tema akademis. Selain itu saya juga sering coba-coba tes TOEFL online yang banyak ditemukan di internet agar terbiasa menjawab soal dengan waktu yang telah ditentukan.
H-3 Test
Seperti yang sudah dijanjikan, LTI mengabari lokasi tes TOEFL yang berada di Golden Tulip Hotel jalan Sudirman. Detail sms-nya juga berisi informasi mengenai waktu ujian; yaitu jam 07.30 pagi dan apa saja yang perlu dibawa pada saat ujian. Yaitu; identitas pribadi seperti KTP, bukti pembayaran berupa kuwitansi atau bukti transfer rekening bagi peserta yang melakukan pembayaran melalui transfer. Lalu peralatan tulis yang harus dibawa seperti; pensil 2B, serutan, penghapus, dan papan ujian.
H-1, 21 Juli 2017
Deg-degan gak karuan. Saya galau. Saya panik. Saya merasa persiapan saya masih belum memadai. Saya panik, gengs. Tapi yaudahlah, saya harus siap untuk tes besok.
Hari Tes, 22 Juli 2017
Bangun solat Subuh saya sempetin untuk review catatan dan ceki-ceki alat tulis dan bukti pembayaran untuk dibawa nanti. Okeh, semua sudah lengkap. Setelah sarapan, saya berangkat ke Golden Tulip dengan diantar adik saya Intan. Sampai di Golden Tulip tepat jam 7.15 pagi. Saya diberitahu oleh petugas hotel bahwa ruang tes ada di lantai M di ruangan apa gitu namanya saya lupa. Di ruangan tersebut sudah ada beberapa peserta. Saya waktu itu asal saja mengambil tempat duduk paling depan. Saya pikir, asik.. duduk depan. Ciee. Gak tahunya, sekitar jam 7.30 lewat, kami semua diminta keluar ruangan untuk pengecekan registrasi dan mengundi nomor tempat duduk. Yah..
Registrasi ulang hanya menunjukkan KTP dan bukti pembayaran, lalu mengisi daftar hadir serta diberikan handbook test-takers TOEFL ITP oleh panitia LTI. Oh iya, saat saya registrasi tanggal 6 kemarin, seharusnya saya diberikan handbook tersebut, namun karena stoknya habis maka saya tidak kebagian hehe. Nah, buku handbook koneng ini, penting dibawa masuk ke ruangan ujian karena kamu akan mengisi formulir yang ada halaman belakang buku. Tapi mengisinya bukan di rumah ya, tapi pada sebelum ujian dimulai dengan intruksi dari panitia.
Saat registrasi ulang, kamu diberikan kertas kecil berisi student number atau nomor peserta tes dan undian tempat duduk. Nah, disni saya dapet nomor tempat duduk paaling belakang. Jumlah peserta tes saat itu ada 29. Saya kebagian undian no.29. Yasyudah.. Lalu, kemalangan pun terjadi. Saat saya balik lagi ke ruangan, saya kesandung karpet di depan pintu masuk dan, apa bahasanya, tergelopek gitu, terus, tali sandal wedges saya putus!! Lahhh, ada-ada aja. Aduh... kenapa ini kenapa harus sekarang.. Saya pura-pura stay cool dan keluar balik ke meja registrasi dimana adik saya, duduk bersama panitia. Dan kode-kodein adik saya agar mendekat.
"Tan... wedges kak Ani putus.."
"Hah, kok bisa?"
"Gak tau, tadi kesandung, terus putus.."
"Yaudah sini-sini pake sepatu Intan, "
Hero of the day, pemirsaa!
--
Akhirnya saya pakai flatshoes adik saya yang sebenarnya agak kebesaran dikaki saya. Saya balik ke ruangan sambil mengutuk sandal wedges saya yang rese itu. Kenapa putusnya harus sekaraaanng, nanti aja kek setelah ujian selesai.. Urghhh. Dua kali saya pernah mengalami sepatu putus di awal acara penting. Pertama, saat saya menjadi WO (wedding organizer) di Bogor. Saya kesandung dan sepatu heels saya putus saat saya baruu aja sampai di venue. Dan itu jam 5 pagi karena proses akadnya pagi. Bayangin riwehnya nyari paku payung sama maku heels pake jarum pentul.
Setelah semua peserta masuk ke ruangan, dan saya duduk di paling belakang, panitia melakukan serangkaian pengecekan teknis. Mulai dari cek temperatur AC, apakah suhunya sudah pas bagi kebanyakan peserta. Cek sound system; ternyata untuk seksi Listening tidak pakai headphone, tapi pakai speaker. Disni agak tricky, karena akustik ruangan meeting bisa mempengaruhi kualitas suara dari audio soal. Setelah cek sana, cek sini,. Disepakati volume suara yang dirasa pas untuk semua peserta.
Selesai ceki-ceki teknis, lanjut ke peraturan ujian. Selain alat tulis, identitas, student number, serta buku handbook koneng tadi, harap disimpan ke dalam tas dan tidak boleh berada diatas meja. Panitia lalu mulai memberikan instruksi tentang pengisian form test takers. Setelah semua selesai; formulir dikumpulkan ke panitia, handbook disimpan, lalu soal dibagikan, ujian pun dimulai tepat jam 9.00 pagi.
Tips
Tips dari saya, pakai lah pakaian dan sepatu yang nyaman. Karena lokasi ujian berada di meeting room hotel, biasanya AC-nya suka sadis. Bagi yang tidak tahan dingin, bisa berpakaian berlapiskan sweater, cardigan, atau jaket yang sewaktu-waktu bisa dibuka kalau merasa gerah. Tidak ada ketentuan untuk dress code sebenarnya. Kamu cukup berpakaian rapi, semi-formal ataupun semi-formal-kasual bahkan casual banget pun boleh. Yang penting rapi dan nyaman dan menghargai diri sendiri sih. Sepatu gak harus pantofel, karena memang bukan ujian CPNS atau tes masuk kerja. Sepatu yang penting nyaman. Kalau gak tahan dingin, pakai kaos kaki dan sepatu. Karena durasi tesnya itu lumayan lama lho, 2 jam lebih. Kalau kamu kedinginan nanti malah bisa gak fokus ngerjain ujiannya.
Usahakan untuk datang tepat waktu. Malam hari sebelum ujian, kalau bisa segera tidur dan jangan begadang ya. Tidur yang cukup. Kalau mau review catatan lakukan setelah bangun tidur keesokan harinya, setelah shalat Subuh. Paginya sempatkan sarapan. Oh ya, mm apa ya tadi saya lupa. Oh, kalau bisa malam sebelum hari tes, cek semua persiapan barang yang akan dibawa dan dipakai besok. Cek bensin, jangan sampai lupa isi bensin kendaraan. Kalkulasi waktu jarak tempuh agar sampai di lokasi ujian tepat waktu. Kalau bisa sehari sebelum tes, kamu sempatkan jalan-jalan ke lokasi tes. Supaya saat kamu berangkat di hari tes nanti, kamu sudah familiar dengan rute jalannya.
Untuk trik saat mengerjakan ujian, saya kok merasa gak begitu pantes untuk memberikan haha. Karena menurut saya, semua trik tersebut adalah salah satu cara mudah yang berasal dari hasil pembelajaran juga. Lalu, triknya apa supaya dapat nilai tinggi? Belajar, banyak latihan, perbanyak kosakata, fokus, dan konsentrasi. Hetseh, sombong bener.. Tapi iya lho. Kalau nanti saya bilang triknya begini, eh saya sendiri saja tidak begitu mengerti soal grammar, nanti yang ada saya salah ngomong, salah ngasih trik, kan sama aja bohong. Jadi, maap maapin yaa... peace.
Usahakan untuk datang tepat waktu. Malam hari sebelum ujian, kalau bisa segera tidur dan jangan begadang ya. Tidur yang cukup. Kalau mau review catatan lakukan setelah bangun tidur keesokan harinya, setelah shalat Subuh. Paginya sempatkan sarapan. Oh ya, mm apa ya tadi saya lupa. Oh, kalau bisa malam sebelum hari tes, cek semua persiapan barang yang akan dibawa dan dipakai besok. Cek bensin, jangan sampai lupa isi bensin kendaraan. Kalkulasi waktu jarak tempuh agar sampai di lokasi ujian tepat waktu. Kalau bisa sehari sebelum tes, kamu sempatkan jalan-jalan ke lokasi tes. Supaya saat kamu berangkat di hari tes nanti, kamu sudah familiar dengan rute jalannya.
Untuk trik saat mengerjakan ujian, saya kok merasa gak begitu pantes untuk memberikan haha. Karena menurut saya, semua trik tersebut adalah salah satu cara mudah yang berasal dari hasil pembelajaran juga. Lalu, triknya apa supaya dapat nilai tinggi? Belajar, banyak latihan, perbanyak kosakata, fokus, dan konsentrasi. Hetseh, sombong bener.. Tapi iya lho. Kalau nanti saya bilang triknya begini, eh saya sendiri saja tidak begitu mengerti soal grammar, nanti yang ada saya salah ngomong, salah ngasih trik, kan sama aja bohong. Jadi, maap maapin yaa... peace.
Selain itu, ada lagi nih. Bagi yang suka sedih lihat makanan mubazir.. ini terserah ya, kamu bisa membawa Tupperware kecil dari rumah, atau plastik lah kalo tupperware kok kesannya niat banget gitu. Jadi setelah ujian selesai, kita disediakan coffee break. Dan cemilannya itu, banyaaaak sekali yang nyisa, gengss. Saya kebetulan pulang paling akhir karena saya berusaha memperbaiki sandal wedges saya tadi.
Sambil ngobrol-ngobrol dengan peserta lain yang menikmati cemilan coffee break, saya perhatikan panitia LTI langsung pulang. Professional. Saat semua peserta, sudah pulang juga, saya lihat cemilan masih banyak di meja. Haaa, sayang sayang kan (langsung ambil tisu dan bungkusin risoles sama opak, taro di tas). Apalagi kalau cemilannya enak. Mending dibungkusin terus dibawa pulang. Ini terserah loh yaa, saya cuma ngasih tau aja sih. Lagian kan gak ada salahnya menyelamatkan makanan dari takdir mubazir. Hohoho, siapa yang setujuu, ayo bawa Tupperware!
H+7, 1 Agt
Saya mendapatkan sms bahwa hasil tes TOEFL ITP sudah bisa diambil di LTI Ahmad Yani dengan membawa KTP dan bukti pembayaran. Oke deh, saya langsung cabut kesana. Kira-kira dapet berapa ya.. deg2an juga. Sampai di kantor LTI, saya langsung bilang mau mengambil hasil tes TOEFL sambil menunjukkan bukti pembayaran dan KTP. Mbaknya segera mengambil amplop coklat dengan tulisan 22 Juli 2017 dan mulai mencari hasil tes saya. Dipilah-pilah satu persatu. Tapi... sampai lembar terakhir... hasil tes saya tidak ditemukan, pemirsa!
Mbaknya bingung. Saya juga bingung. Dahinya berkerut. Hah, kok bisa. Mbaknya stay cool dan mulai mengulang memilah lembar demi lembar kertas hasil tes tersebut. Tapi tidak ada jugaaaa. Mbaknya mengeluarkan jurus lain, semua hasil tes dikeluarkan dari amplop dan disebar di atas meja. Lalu mengambil catatan tanda terima pengambilan hasil tes pada hari itu dan mulai menghitung ulang. Saya masih oke oke saja tetap tenang tapi agak deg-degan. Masa iya gak ketemu, paling nyelip itu hahah.
*Hahaha, ketawa sambil nangis.*
Sambil mbaknya sibuk mencari, mbaknya meyakinkan saya kalau tidak mungkin hasil tes saya hilang begitu saja. Tapi selesai menghitung ulang, ternyata memang kurang satu. Dan itu punya sayaa. Mbaknya lalu permisi memanggil seseorang yang lebih senior. Beberapa saat kemudian, mbak tadi keluar dengan seorang Mas-mas, sambil bilang masa iya gak ada. Cari lagi lah. Haa, saya ketawa liat muka mbaknya yang jengkel ke mas-mas itu. Udah dicarii.
Saya masih tenang dan berusaha membantu bertanya, apa ada amplop lain selain amplop yang itu? Apa ada tes lain di tanggal 22, selain di Golden Tulip? Masnya lalu mikir, dan bilang ke mbak tadi, Oh coba lihat di amplop yang mau dikirim ke Pelalawan.
Dan,
Hasil tes saya ada di dalam amplop yang mau dikirim ke Pelalawan, pemirsaa
Kami bertiga langsung bernapas legaa, hahahah. Hampir saja mau dikirim ke Pelalawan. Gimana caranya bisa keselip. Mereka berdua pun sepakat akan menanyakan pertanggungjawaban staff lain yang telah menyortir hasil tes tersebut. Ternyata pada hari yang sama LTI juga mengadakan tes TOEFL untuk universitas di Pelalawan. Bedanya, pihak LTI yang datang kesana bukan pesertanya.
Okeh, sekian dulu post saya tentang TOEFL ITP di LTI Pekanbaru. Alhamdulillah skor yang saya dapatkan sesuai dengan harapan saya. Harapan saya gak muluk-muluk juga sih, hehe. Semoga bermanfaat bagi teman-teman yang ingin test TOEFL ITP di LTI Pekanbaru. Overall, pelayanan LTI Pekanbaru sangat professional dan recommended untuk teman-teman yang ingin les TOEFL dan tes disana. Untuk info mengenai jadwal dan segala macemnya, silahkan hubungi;
LTI Pekanbaru
www.ltipekanbaru.com
Alamat: Jl. Ahmad Yani No.132 B
Telp: 0761-886041
Hp/WA: 082388355679
Email: info.ltipekanbaru@yahoo.com
Alamat: Jl. Ahmad Yani No.132 B
Telp: 0761-886041
Hp/WA: 082388355679
Email: info.ltipekanbaru@yahoo.com


Wow, trus gimana hasil tesnya? Eh,Ani salam kenal ya. Sama dari Pekanbaru kita
ReplyDeleteSalam kenal balikk juga kakaakk,
Deletehasilnya lumayan lah kak skornya, cukup utk beasiswa lokal tp ga cukup utk beasiswa luar hahaha #curcol (>.<)
Salam kenal kak Ani ;)
ReplyDeleteTerimakasih atas sharingnya, kebetulan mau ikut tes toefl juga, tapi masih takut dapat scor rendah :(
Salam kenal kak Ani ;)
ReplyDeleteTerimakasih atas sharingnya, kebetulan mau ikut tes toefl juga, tapi masih takut dapat scor rendah :(
terima kasih atas sharing pengalamannya mbak :))
ReplyDeleteSaya bersyukur nemu blog ini, sangat bermanfaat. Terimakasih kak :)
ReplyDeletehaha, terkadang saya ketawa baca cerita nya..
ReplyDeletenumpang tanya, apakah ada les yang menyediakan bimbingan belajar toefl?